|
Abu l-Wafa' ‘Ali bin ‘Aqil
bin Muhammad Al-Baghdadi |
||||||
|
Nama dan Gelar |
||||||
|
Nama |
Abu
l-Wafa' ‘Ali bin Aqil bin Muhammad Al-Baghdadi |
|||||
|
Nama
lainnya |
Ibnu
Aqil |
|||||
|
Kelahirannya |
||||||
|
Tanggal
lahir |
431 H (1039/1040 M) |
|||||
|
Tempat
lahir |
Baghdad |
|||||
|
Agama |
Islam |
|||||
|
Wilayah aktif & Hijrah |
||||||
|
Zaman |
Zaman Kejayaan Islam |
|||||
|
Dakwah, Ketokohan & Pengaruh |
||||||
|
Dipengaruhi oleh |
·
Al-Qadi
Abu Ya'la ·
Ahmad
bin Hambal |
|||||
|
Mempengaruhi |
Ibnul Jauzi |
|||||
|
Minat utama |
Sejarah, Tafsir, Hadis dan Fiqih |
|||||
|
Keislaman |
||||||
|
Firkah |
Sunni |
|||||
|
Mazhab
Fikih |
Hambali |
|||||
|
Kewafatan |
||||||
|
Tanggal
wafat |
513 H (1119/1120 M) |
|||||
- Abu l-Wafa' 'Ali bin 'Aqil bin Muhammad Al-Baghdadi atau Ibnu Aqil (lahir di Baghdad, 431 H/1040 M - meninggal 513 H/1119 M) adalah seorang teolog Islam dari Baghdad, Iraq.
- Dia dilatih dalam ajaran mazhab Hambali selama sebelas tahun di bawah ulama seperti Al-Qadi Abu Ya'la.
- Meskipun seperti itu, Ibnu Aqil dipaksa bersembunyi oleh Hanabilah karena sering mendatangi lingkaran kelompok yang bertentangan dengan ajaran mazhab Hambali.
- Dalam salah satu kenang-kenangannya, dia menyatakan bahwa para sahabat Hanbali ingin dia meninggalkan teman-teman ulama tertentu, dan mengeluh bahwa hal itu menghalangi dia untuk memperoleh ilmu yang berguna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar