Kamis, 03 Juni 2021

المد

  • Mad (bahasa Arab: المد, "al madd") secara harfiah bermakna melanjutkan atau melebihkan, secara istilah mad dapat diartikan sebagai tanda bunyi panjang dalam bahasa Arab (bunyi pendek menjadi bunyi panjang).
  • Dari segi istilah ulama tajwid dan ahli bacaan, mad bermakna memanjangkan suara dengan lanjutan menurut kedudukan salah satu dari huruf mad.
  • Terdapat dua bagian mad, yaitu mad asli dan mad far'i.
  • Terdapat tiga huruf mad yaitu alifwau, dan ya' dan huruf tersebut haruslah berbaris mati atau saktah.
  • Panjang pendeknya bacaan mad diukur dengan menggunakan harakat.

Macam-macam Mad Beserta Penjelasan dan Contohnya

  • Dalam ilmu tajwid, terdapat beberapa hukum bacaan, salah satunya adalah hukum bacaan mad.
  • Secara bahasa, mad berarti memanjangkan atau tambah, yakni memanjangkan suara huruf yang wajib dipanjangkan.

~

  • Ada tiga macam huruf mad yaitu wawu (و), ya’ (ي), dan alif (ا). 
  • Ketentuannya adalah apabila wawu (و) jatuh setelah dhammah, ya’(ي) jatuh setelah kasrah, dan alif (ا) jatuh setelah fathah.
~

  • Terdapat macam-macam mad, yaitu sebagai berikut.

1. Mad Thabi’i

  • Mad thabi’i berarti mad biasa atau mad asli.
  • Cara membacanya adalah dipanjangkan kira-kira satu alif atau dua harakat.
~

  • Contoh hukum bacaan mad thabi’i adalah sebagai berikut.

2. Mad Wajib Muttashil

  • Mad wajib muttashil adalah salah satu hukum mad far’i dalam ilmu tajwid yang terjadi apabila ada mad thabi’i atau mad asli bertemu dengan huruf hamzah (ء) yang berharakat fathah, dhummah ataupun kasrah dalam satu kata (bersambung).
~

  • Cara membacanya adalah dipanjangkan menjadi dua setengah alif atau sama dengan empat sampai lima harakat (ketukan).

~

  • Contoh hukum bacaan mad wajib muttashil adalah sebagai berikut.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar